- 24 Apr 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 28 Mei
JENDERAL TNI (Purn.) Surono Reksodimedjo merupakan perwira yang solider dengan bawahan. Sifat ini diketahui betul oleh kolega dekatnya, Letjen TNI (Purn.) Sayidiman Suryohadiprodjo. Sewaktu Surono menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) pada 1974, Sayidiman menjadi deputinya (kini Wakasad). Namun, pertautan Surono dan Sayidiman telah terjalin lebih lama sejak mereka masih perwira menengah pada dekade 1950-an. Ketika itu, Surono menjabat gubernur Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang dan menugaskan Sayidiman sebagai komandan Resimen Taruna Akademi Teknik AD (Atekad) di Bandung.
“Pak Surono mengatakan bahwa di Atekad belum ada Dan Mentar-nya, padahal jumlah tarunanya waktu itu sama atau lebih banyak dari AMN Magelang. Beliau mengatakan bahwa beliau menghendaki para Taruna Atekad, sekalipun sudah diarahkan untuk masuk Korps Zeni, Peralatan dan Perhubungan, menjadi perwira TNI dengan sikap yang tak beda dari Perwira TNI yang dibentuk di AMN Magelang. Sebab itu saya sebagai perwira infanteri dan cukup berpengalaman sebagai komandan pasukan infanteri, harus mendidik dan melatih mereka seperti taruna yang dididik di Magelang,” kenang Sayidiman.
Meski dekat dengan anak buah, Surono yang kelahiran Banyumas, 6 September 1923, dikenal suka bicara blak-blakan. Seperti dicolek Berita Yudha, 19 Maret 1994, Surono kalau sudah marah cukup seram, tetapi itu hanya sesaat saja. Lebih dari itu, Surono selalu perhatian sama anak buahnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















