- 13 Des 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Jul 2025
DATANGLAH kiriman granat tangan kepada rombongan tentara Republik Indonesia di Mangunjaya, Sumatra Selatan. Kala itu, senjata buatan sendiri dari kalangan Republik, masih belum dipercaya. Kolonel Bambang Utojo pun turun tangan untuk mencoba granat lokal itu.
Menurut buku Sejarah TNI-AD, 1945–1973: Riwayat Hidup Singkat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, granat itu dibuat jelang berakhirnya Agresi Militer Belanda pertama pada 1947 dan Bambang Utojo sendiri terlibat dalam pembuatannya.
Ketika granat itu berada dalam genggaman Bambang Utojo dan belum dilemparkan ke sasaran, granat itu meledak di tangan. Tangan kanan Bambang Utojo pun harus diamputasi oleh dr. Ibnu Sutowo.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















