- 11 Des 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 Jan
TANPA boikot dari banyak petinggi teras Angkatan Darat pun, perban putih di bagian ujung kanan tangan Kolonel Bambang Utoyo yang tampak dalam upacara pelantikannya sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat (KSAD) sudah menimbulkan kepiluan. Di dalam balutan perban putih itu, tersembunyi bekas luka sisa operasi amputasi di masa gerilya. Apalagi bila ditambah dengan suasana ganjil akibat boikot sejumlah petinggi teras Angkatan Darat, “penderitaan” yang dialami Bambang Utoyo kian bertambah.
Namun, alih-alih murung apalagi sedih, Bambang Utoyo justru merasa seperti tak pernah ada masalah pada pelantikannya. Dia sudah menduga sejak sebelum acara.
“Keadaaan ini saya terima dengan ketawa saja,” ucap Bambang Utoyo atas suasana pelantikan dirinya, dikutip Harian Pemandangan, 28 Juni 1955. “Tadinya saya menyangka tidak ada perwira-perwira Angkatan Darat yang akan hadir, tetapi ternyata ada beberapa yang hadir. Ini adalah suatu ujian yang harus saya terima dengan ketawa.”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















