top of page

Saat Pelantikan KSAD Diboikot

Pelantikan Bambang Utoyo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat diboikot karena muatan politis. Kondisi fisiknya yang tunadaksa menjadi sorotan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno melantik Jenderal Mayor TNI Bambang Utoyo sebagai KSAD ke-4 di Istana Negara, 27 Juni 1955. (Harian Pemandangan, 28 Juni 1955).

  • 12 Des 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 27 Jun

UPACARA pelantikan Kolonel Bambang Utoyo sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat (KSAD) barangkali paling menyedihkan sepanjang sejarah TNI. Seremoni yang sedianya berlangsung di halaman Istana Merdeka secara kebesaran militer, dipindahkan ke aula Istana Negara. Batalion Kehormatan tidak tampak. Kumandang lagu “Indonesia Raya” bukan diiriingi oleh barisan musik militer, melainkan barisan musik dari pasukan pemadam kebakaran.


“Pelantikan KSAD Bambang Utoyo diboikot,” demikian berita harian Pemandangan, 28 Juni 1956.


Hari itu, 27 Juni 1955, Presiden Sukarno melantik Bambang Utoyo menjadi KSAD menggantikan Jenderal Mayor Bambang Sugeng. Tidak seperti pelantikan KSAD sebelum dan sesudahnya, pelantikan Bambang Utoyo berlangsung secara sederhana. Meski demikian, pelantikan Bambang Utoyo akhirnya rampung juga. Presiden Sukarno selaku panglima tertinggi mengangkat sumpah Bambang Utoyo secara Islam. Setelah itu, Bung Karno menanggalkan tanda pangkat kolonel pada pundak Bambang Utoyo dan menggantinya dengan pangkat jenderal mayor. Pada tangan kanan Bambang Utoyo, perban putih tampak di ujung menutupi luka cacat permanen semasa Perang Kemerdekaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
 Separuh hidupnya untuk dunia peran. Dua kali memerankan biopik legenda kulit hitam.
Separuh hidupnya untuk dunia peran. Dua kali memerankan biopik legenda kulit hitam.
Mengenang sang juru taktik dari Austria. Alfred Riedl si galak yang akan terus diingat dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Mengenang sang juru taktik dari Austria. Alfred Riedl si galak yang akan terus diingat dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Sepasang penari di depan pengantin mengantar ke pelaminan. Bermula dari tugas suci, sekarang menjadi penggembira.
Sepasang penari di depan pengantin mengantar ke pelaminan. Bermula dari tugas suci, sekarang menjadi penggembira.
transparant.png
bottom of page