- 9 Sep 2022
- 5 menit membaca
Diperbarui: 8 Mei
BUAT mahasiswa seperti Martin Kakosian –di kemudian hari menjadi seniman-pematung tenar Armenia, kuliah lapangan merupakan kesenangan tersendiri. Selain bisa tetap bersama teman-teman, mereka juga akan terhindar dari kejemuan kuliah dalam ruang dan berpotensi mendapatkan hal-hal baru di luar. Maka begitu perjalanan field trip ke ibukota Yerevan tiba, mereka begitu antusias mengikutinya. Mereka berangkat menggunakan bus pada 2 September 1958 siang menjelang sore.
Ketika sampai di Desa Nerkin Sasnashen (Nerkin Sasunashen) di Provinsi Aragatsotn, Armenia, Kakosian dan kawan-kawan “disuguhi” pemandangan tak lazim di langit. Pesawat-pesawat tempur MiG-17 AU Uni Soviet terlihat mengelilingi sebuah pesawat angkut yang berbadan lebih besar.
Pesawat angkut itu ternyata merupakan C-130A-II “Hercules” AU Amerika Serikat (AS) bernomor ekor 60528. Pesawat yang berpangkalan di Rhein-Main AB, Jerman Barat, itu sedang menjalani tugas di Pangkalan Udara Adana di Incirlik, Turki.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















