top of page

Pesawat Mata-mata Amerika Serikat Ditembak Jatuh Uni Soviet

Pesawat mata-mata Amerika Serikat ditembak jatuh ketika terbang untuk memfoto situs-situs militer Uni Soviet. Meningkatkan suhu Perang Dingin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Francis G. Powers dengan miniatur pesawat U-2. (cia.gov).

21 Agu 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Jun

MOSKOW, 19 Agustus 1960. Pengadilan Divisi Militer Mahkamah Agung Uni Soviet menjatuhkan vonis penjara sepuluh tahun kepada Francis Gary Powers. Pilot AU Amerika Serikat (AS) yang direkrut CIA itu dinyatakan bersalah karena melakukan spionase di wilayah udara Soviet.


Penerbangan itu merupakan bagian dari upaya saling mematai antara Blok Barat dan Timur dalam Perang Dingin. AS melakukannya setelah Presiden AS Dwight Eisenhower, dengan dukungan CIA sebagai operator, menyetujui dilancarkannya misi penerbangan mata-mata (air spionage) ke wilayah Uni Soviet dengan tujuan memfoto situs militer dan situs-situs penting lain Soviet pada 1954.


Langkah itu diambil Eisenhower untuk mendapatkan informasi pasti kekuatan rivalnya. Eisenhower selalu khawatir terhadap ketertinggalan AS dari Soviet dalam pengembangan nuklir dan persenjataan. Kekhawatiran itu bersumber dari ketiadaan informasi tentang Soviet selain dari ucapan-ucapan para pemimpin Soviet sendiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page