- 31 Okt 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 8 Jun
SABTU pagi, 27 Oktober 1962, di Pangkalan AU McCoy, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Mayor Udara Rudolf Anderson sibuk mempersiapkan semua hal untuk penerbangannya. Dia akan menjalankan penerbangan satu jam 15 menit di atas Kuba untuk misi pengintaian (air spy).
Meski berbahaya, misi itu dijalaninya dengan senang. Tak tampak sedikitpun raut ketakutan di wajahnya. “Terbang adalah hidup dan hasratnya. Saat kanak-kanak, dia membuat pesawat model dan bercita-cita menjadi pilot,” tulis Michael Dobbs dalam One Minute to Midnight.
Sementara Anderson sibuk mempersiapkan penerbangannya, orang-orang di Havana dan sebagian besar kota-kota di Kuba beraktivitas seperti biasa. Masyarakat seolah tak mengetahui ada bahaya besar yang mengancam mereka. Kepanikan warga tak terlihat padahal negeri mereka sedang berada dalam ancaman kehancuran oleh nuklir Amerika Serikat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















