- 9 Apr 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 15 Feb
ATAS dorongan sesepuh Masyumi, mahasiswa Sekolah Tinggi Islam yang didirikan Masyumi, mengonsep pembentukan organisasi pemuda Islam. Setelah matang, pada 2 Oktober 1945, mereka menghelat pertemuan di Balai Muslimin di Kramat Raya 19 Jakarta. Hadir tokoh-tokoh Islam seperti Wahid Hasyim (NU), Anwar Tjokroaminoto (PSII), dan Mohammad Natsir.
Dalam pertemuan itu diresmikanlah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Harsono Tjokroaminoto menjadi ketua pertamanya. GPII merekrut pemuda dan pemudi berusia 15–35 tahun, dan mengembangkan sayap khusus pemudi: GPII Putri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












