top of page

Melawan Lekra Menghalalkan Seni

Himpunan Seni Budaya Islam didirikan untuk melawan pengaruh Lekra dan menggunakan seni dan budaya sebagai sarana dakwah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Konferensi Lembaga Kebudayaan Indonesia dihadiri oleh wakil-wakil organisasi kebudayaan se-Indonesia, Jakarta, 1950-an. (Hikmah, 26 April 1952).

8 Apr 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Feb

TATKALA mengikuti Konferensi Asia-Afrika di Bandung, H. Abdullah Aidid, kepala Jawatan Penerangan Agama dari Kementerian Agama, mendengarkan siaran musik tradisional RRI Jakarta. Terbersitlah ide menggunakan seni dan budaya sebagai saluran dakwah. Dia memerintahkan M. Nur Alian, kepala Seksi Kebudayaan pada Jawatan Penerangan Agama, memikirkan kelembagaannya. 


Pada 24 September 1956, dengan dukungan Menteri Agama KH Mohamad Iljas dari NU, berdirilah Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI). Nur Alian jadi ketuanya. Abdullah Aidid sendiri, ketika HSBI lahir, menjadi kuasa usaha di Yordania.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page