- 7 Apr 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
UNTUK kesekian kalinya, buruh perkebunan dan pabrik kapas milik pemerintah di Delangu, Solo, melakukan aksi mogok menuntut perbaikan nasib. Namun, aksi kali ini pada Juli 1948, berujung ricuh. Terjadi bentrokan dengan anggota Sarekat Tani Islam Indonesia (STII).
Dalam pernyataan persnya, dikutip Pandji Ra’jat, 16 Juli 1948, STII menyebut beberapa petani STII yang bekerja di ladang dengan penjagaan anggota Hizbullah dikeroyok 500 pemogok. Mereka dipaksa menghentikan pekerjaan. Sementara SOBSI, onderbouw PKI, dan Front Demokrasi Rakyat mendukung aksi buruh Delangu sekaligus mencela tindakan STII.
Sekalipun pemerintah ambil tindakan, insiden ini masih berlanjut. Pada 13 September 1948, beberapa anggota STII diculik Pesindo. Penculikan ini merupakan bagian dari rangkaian kegentingan di Solo yang bermuara pada peristiwa Madiun 1948.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















