- 13 Sep 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 27 Jul
BEBERAPA pekan belakangan ini, tingkat polusi di Jakarta dan sekitarnya meninggi. Kabut pekat hasil polutan tampak memenuhi langit Jakarta. Bertambahnya limbah industri, asap pabrik, dan emisi karbon kendaraan bermotor sebagaimana di kota besar, berkontribusi dalam kenaikan tingkat polusi. Imbasnya cukup berbahaya. Mulai dari perubahan cuaca yang menjadi lebih panas hingga menyebabkan gangguan pernapasan saluran atas (ISPA) kepada masyarakat.
Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi polusi. Seperti penyiraman jalan sampai penyemprotan air dari helikopter. Namun, sampai saat ini indeks kualitas udara Jakarta masih dalam kategori tidak sehat untuk masyarakat rentan (AQI interval 101-150).
Anomali perubahan cuaca yang sebaliknya juga terjadi di masa silam. Fenomena hujan es beberapa kali pernah mengguyur Jakarta. Sepanjang dekade 1950-an, setidaknya tercatat dua kali hujan es turun di beberapa kawasan Jakarta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















