top of page

Ketika Hujan Es Melanda Jakarta

Cuaca panas karena polusi dan hujan es sama-sama berbahaya. Keduanya pernah terjadi di Jakarta

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 13 Sep 2023
  • 3 menit membaca

Beberapa pekan belakangan ini, tingkat polusi di Jakarta dan sekitarnya meninggi. Kabut pekat hasil polutan tampak memenuhi langit Jakarta. Bertambahnya limbah industri, asap pabrik, dan emisi karbon kendaraan bermotor sebagaimana di kota besar, berkontribusi dalam kenaikan tingkat polusi. Imbasnya cukup berbahaya. Mulai dari perubahan cuaca yang menjadi lebih panas hingga menyebabkan gangguan pernapasan saluran atas (ISPA) kepada masyarakat.   


Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi polusi. Seperti penyiraman jalan sampai penyemprotan air dari helikopter. Namun, sampai saat ini indeks kualitas udara Jakarta masih dalam kategori tidak sehat untuk masyarakat rentan (AQI interval 101—150).


Anomali perubahan cuaca yang sebaliknya juga terjadi di masa silam. Fenomena hujan es beberapa kali pernah mengguyur Jakarta. Sepanjang dekade 1950-an, setidaknya tercatat dua kali hujan es turun di beberapa kawasan Jakarta.



Pada 17 Januari 1950, masyarakat Jakarta dikejutkan turunnya butiran-butiran es dari langit. Fenomena hujan es ini diawali saat angin bertiup kencang, kemudian bongkahan es kecil bergemerincing di atap rumah, pepohonan, dan jalanan selama kurang lebih 10 menit. Tontonan yang tidak biasa ini disaksikan dengan takjub dan cemas.


“Di berbagai tempat di Batavia, pepohonan tumbang akibat beban tak terduga, sehingga menghambat lalu lintas kesana kemari serta merusak kabel telepon dan saluran listrik,” demikian diwartakan suratkabar De Locomotief, 18 Januari 1950.


Beberapa pedagang buah di pinggir jalan merasakan terpaan bongkahan hujan es pada bahu dan punggung mereka. Orang-orang itu dikabarkan kaget sekali waktu hujan es melalap tubuh mereka. Di bilangan Kwitang, Pasar Senen, dua anak kecil bahkan sampai tertimpa pohon tumbang. Syukurlah bocah-bocah malang itu tidak mengalami luka serius.



Akibat hujan es itu, beberapa bagian kota jadi gelap gulita lantaran terputusnya saluran listrik. PLN tetap berupaya semaksimal mungkin memperbaiki kerusakan tersebut. Badan Meteorologi dan Geofisika mengidentifikasi badai es ini bersifat sangat lokal.


Kabar hujan es di Jakarta ini terdengar sampai negeri Belanda. Suratkabar Drachtster Courant, 3 Februari 1950, menyebutnya sebagai peristiwa istimewa dan tidak lumrah. Hujan es lazimnya terjadi di daerah pegunungan. Berbeda halnya dengan Jakarta yang berupa daerah dataran. Hujan es terbentuk ketika awan hujan tiba-tiba naik dan mencapai daerah yang suhunya di bawah titik beku.


“Namun, bahkan di wilayah yang lebih hangat, cuaca terkadang berubah secara aneh. Misalnya, laporan suratkabar dari Jakarta (Batavia) sampai kepada kita bahwa pada bulan Januari, salah satu bulan musim panas di kota yang terletak di belahan bumi selatan ini, hujan es yang tebal tiba-tiba bergemuruh di atas atap, menghantam jendela, serta mengenai punggung dan bahu orang-orang,” tulis Drachtster Courant.



Suhu nol derajat di atas Jakarta berada di ketinggian sekitar 4500 meter. Akan tetapi, curah hujan harus naik lebih tinggi lagi jika tetesan airnya membeku secara menyeluruh sehingga jatuh sebagai hujan es. Hujan es yang jatuh di Jakarta pada Januari 1950 itu diperkirakan berasal dari ketinggian 7000 meter.  


Sembilan tahun kemudian, hujan es kembali melanda Jakarta. Pada hari Sabtu, 21 September 1959, hujan es dan angin puyuh mengguyur kampung Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hujan es itu dikabarkan menyebabkan satu gedung Sekolah Rakyat dan beberapa rumah penduduk ambruk. Sembilan murid sekolah yang sedang ada dalam kelas masing-masing mendapat luka-luka akibat runtuhnya gedung tersebut.


“Hujan es yang disertai angin puyuh itu terjadi lebih kurang satu jam dan selain mengakibatkan kerusakan pada bangunan-bangunan rumah juga menumbangkan pohon-pohon yang menimbulkan kerugian di kalangan penduduk dalam jumlah ribuan rupiah,” lansir Harian Umum, 22 September 1959.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
29 negara di kawasan Asia Afrika, ditambah tiga negara peninjau, mengirimkan delegasinya ke Bandung, guna memenuhi undangan Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia-Afrika. Hotel Preanger dan Savoy Homann menjadi tempat singgah para delegasi selama KAA berlangsung.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
transparant.png
bottom of page