top of page

Ketika Indonesia jadi Pelampiasan Maradona

Maradona menebus kekecewaannya di Piala Dunia Yunior 1979. Melibas semua lawan di hadapannya, termasuk Timnas Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Maradona membagikan bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 2013. (Fernando Randy/Historia.ID).

19 Jun 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 26 Agu

FIFA matchday antara timnas Indonesia versus Argentina jadi partai yang paling ditunggu publik di tanah air. Kendati bukan dalam rangka kompetisi resmi, laga yang akan bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (19/6/2023) malam itu jadi pertemuan perdana tim senior kedua negara. Di level U-20, tim Garuda Muda sudah pernah merasakan bagaimana tak berdayanya mereka saat bersua Argentina di Kejuaraan Dunia Yunior (kini Piala Dunia U-20) 1979 di Jepang.


Kosasih Kartadiredja salah satu saksi matanya. Ia memang bukan bagian dari skuad yunior Indonesia yang diarsiteki Soetjipto Soentoro 44 tahun silam itu, tapi hadir di Kejuaraan Dunia Yunior 1979 itu sebagai pengadil lapangan, kendati peraturan saat itu tentu menghindarkannya bertugas di laga-laga yang satu grup dengan Indonesia.


Indonesia sendiri tergabung di Grup B bersama tiga raksasa sepakbola: Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Sementara, Kosasih kebagian jatah bertugas di laga  Spanyol vs Aljazair (Grup A) sebagai wasit utama, serta duel Uni Soviet vs Hungaria (Grup D) dan partai Spanyol vs Meksiko (Grup A) sebagai hakim garis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page