top of page

Ketika Si Bung Dikira Tukang Kebun

Sejak muda hingga berkuasa, Bung Karno terus menjalankan hobi berkebun. Kesenangan itu pernah membuatnya sial di Istana Tampaksiring.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bung Karno dan Ibu Fat berkebun di rumah Jalan Pegangsaan 56, Jakarta. (repro "Suka-Duka Fatmawati Sukarno Seperti Diceritakan Kepada Kadjat Adra’i)

18 Jul 2020
2 menit membaca

Mendiang Kolonel (Purn.) Maulwi Saelan menjadi saksi bagaimana Presiden Sukarno amat menyukai kegiatan bercocok tanam. Menurutnya, setiap hari Bung Karno selalu meluangkan waktu untuknya. “Itu pohon beringin yang di Istana dia yang tanam,” ujarnya kepada Historia beberapa tahun lalu.


Kegiatan berkebun Bung Karno biasa dimulai pada pagi setelah sarapan. Kolonel KKO Bambang Widjanarko menjadi salah satu yang sering diminta Bung Karno menemaninya keliling memperhatikan tanaman di taman-taman Istana. Bambang menyatakan dalam Sewindu Dekat Bung Karno, Bung Karno akan marah bila mendapati ada pohon yang tak terawat atau rusak. Biasanya tukang kebun yang kebagian jatah merawat pohon yang kedapatan tak terawat akan langsung dipanggil dan diperintahkan untuk segera membenahi pohon itu.


Berkebun merupakan salah satu aktivitas yang paling disukai dan rutin dilakukan Bung Karno. Sewaktu menjalani pembuangan di Ende, Flores, Bung Karno bersama Inggit istrinya menanami pekerangan rumahnya dengan sayuran. Dengan begitu Bung Karno bisa membunuh kejemuan di tempat pembuangan yang sepi sekaligus mencukupi kebutuhannya di tengah melompongnya kantong.


“Sekalipun kami hanya punya uang sedikit, kami berhasil mencukupi diri sendiri. Kebutuhanku sederhana. Makananku terdiri dari nasi, sayur, buah-buahan, terkadang ayam atau telor dan ikan asin kering sedikit. Sayuran diambil dari yang kutanam di pekarangan samping rumah,” kata Bung Karno dalam otobiografinya, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.


Kegiatan itu terus berlanjut ketika Bung Karno tinggal di Jakarta pada masa pendudukan Jepang. Pohon-pohan yang ditanam dan dirawat bersama Ibu Fatmawati saban hari diperhatikan Bung Karno. Tukang kebun yang diupah membantu akan kena marah bila tak merawat pohon-pohon dengan serius. Pernah suatu kali Bung Karno memarahi tukang kebun karena kedapatan tak menuruti arahannya sehingga membuat pohon menjadi merana.


Kebiasaan berkebun Bung Karno tetap berlanjut ketika pusat pemerintahan pindah ke Yogyakarta pada 1946. Pun ketika mengalami pembuangan di Berastagi, Sumatera Utara. Di sana, Bung Karno sempat menanam pohon beringin di tempat pembuangannya.


Setelah pemerintahan kembali ke Jakarta, berkebun kembali dilakukan Bung Karno di kompleks istana. Namun, kegiatan itu tak hanya dilakukan Bung Karno di istana Jakarta. Istana Tampaksiring di Bali pun tak luput jadi tempat berkebun Bung Karno. Hal itu disaksikan antara lain oleh Horst Henry Geerken, perwakilan perusahaan Telefunken di Jakarta, yang sering diundang Bung Karno. Geerken menuliskannya dalam memoar berjudul A Magic Gecko: Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno.


“Sukarno senang bekerja di kebun pagi hari dan menanam banyak pohon dan menghabiskan waktu di Istanan dengan tangannya sendiri,” kata Geerken.


Karena berkebun itu pula Bung Karno suatu hari mendapat sial. Suatu pagi ketika langit masih gelap, Bung Karno melihat sebuah kebun yang tak mendapat perawatan semestinya. Masih dengan pakaian seadanya, dia pun tergerak menanganinya. Namun di tengah aktivitas itu, sebuah tepukan mendarat di bahunya disertai suara seorang pria. “Hei, itu tanah saya!” kata pria bernama Made Galang itu yang diwawancara Geerken saat berusia 82 tahun.


Bung Karno yang kaget lalu menoleh. Begitu mata kedua pria itu saling bertemu, Made langsung syok. Dia tak menyangka tukang kebun yang diperingatinya ternyata presidennya. Bung Karno tak sedikitpun marah dan hanya mengatakan, seperti dikutip Geerken, “Saya mau tolong saja.” Namun tetap saja hal itu membuat Made amat malu dan merasa bersalah.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Cristiano Ronaldo memilih putus sekolah untuk bermain sepakbola. Dijuluki Si Lebah Kecil.
Cristiano Ronaldo memilih putus sekolah untuk bermain sepakbola. Dijuluki Si Lebah Kecil.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
transparant.png
bottom of page