top of page

Cornelis Speelman di Tengah Kemelut Mataram

Perlawanan Trunajaya terhadap Mataram membuat VOC turun tangan. Cornelis Speelman ditunjuk untuk menyelesaikan kemelut tersebut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi yang menggambarkan Amangkurat II menusuk Trunajaya yang disaksikan oleh kedua istrinya dan perwira VOC. (Leiden University Libraries/Wikimedia Commons).

8 Mar
3 menit membaca

PERJANJIAN Bongaya yang disepakati pada 18 November 1667 menjadi kemenangan VOC dalam Perang Makassar. Perjanjian tersebut merampas hegemoni regional Makassar dan menempatkannya di bawah kekuasaan VOC. Tak hanya itu, Perjanjian Bongaya menjadi bukti bahwa VOC berhasil meredam perlawanan salah satu lawan paling gigih, sehingga kerajaan-kerajaan lain semakin waspada terhadap VOC. Perjanjian ini melambungkan nama Cornelis Speelman, pemimpin ekspedisi militer dalam Perang Makassar.


Sejarawan Belanda, Frederik Willem Stapel mencatat dalam “Cornelis Janszoon Speelman”, yang termuat di Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1936, Perang Makassar menjadi perhatian para petinggi VOC di Negeri Belanda, yakni Heeren Zeventien atau Dewan Tujuh Belas. Perjanjian Bongaya dianggap sebagai langkah penting dalam upaya VOC mengamankan dan memonopoli perdagangan di Hindia Timur.


“Dewan Tujuh Belas tidak hanya mengirimkan surat yang berisi apresiasi atas keberhasilan pasukan Speelman di Makassar, tetapi juga berterima kasih kepada sang pemimpin ekspedisi militer itu dengan menyisipkan kata-kata pujian untuknya,” tulis Stapel.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page