- 8 Mar
- 3 menit membaca
PERJANJIAN Bongaya yang disepakati pada 18 November 1667 menjadi kemenangan VOC dalam Perang Makassar. Perjanjian tersebut merampas hegemoni regional Makassar dan menempatkannya di bawah kekuasaan VOC. Tak hanya itu, Perjanjian Bongaya menjadi bukti bahwa VOC berhasil meredam perlawanan salah satu lawan paling gigih, sehingga kerajaan-kerajaan lain semakin waspada terhadap VOC. Perjanjian ini melambungkan nama Cornelis Speelman, pemimpin ekspedisi militer dalam Perang Makassar.
Sejarawan Belanda, Frederik Willem Stapel mencatat dalam “Cornelis Janszoon Speelman”, yang termuat di Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1936, Perang Makassar menjadi perhatian para petinggi VOC di Negeri Belanda, yakni Heeren Zeventien atau Dewan Tujuh Belas. Perjanjian Bongaya dianggap sebagai langkah penting dalam upaya VOC mengamankan dan memonopoli perdagangan di Hindia Timur.
“Dewan Tujuh Belas tidak hanya mengirimkan surat yang berisi apresiasi atas keberhasilan pasukan Speelman di Makassar, tetapi juga berterima kasih kepada sang pemimpin ekspedisi militer itu dengan menyisipkan kata-kata pujian untuknya,” tulis Stapel.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















