CORNELIS Janzoon Speelman, komandan pasukan VOC, mengibarkan bendera merah pada 21 Desember 1666. Tanda dimulainya perang VOC melawan Kerajaan Gowa-Tallo yang dipimpin Sultan Hasanuddin. VOC dengan sekutunya Arung Palakka unggul dalam pertempuran sehingga memaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bungaya pada 18 November 1667.
Perjanjian Bungaya mengharuskan semua benteng yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo dihancurkan kecuali Sombaopu dan Jumpandang –kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam.
Ternyata, perjanjian itu tidak menghentikan perlawanan. Karaeng Karunrung, penasihat sekaligus Mangkubumi Kerajaan Gowa-Tallo, memutuskan terus melawan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















