Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Bangsawan Makassar ini dianggap berkomplot untuk menghancurkan raja Thailand. Melawan hingga titik darah penghabisan meski dihukum raja dengan penyerangan terhadap kampungnya.
Jasa sewa mobil jenazah bisa jadi barang mahal bagi mereka yang dilanda duka tapi tak punya dana. Dulu orang terpaksa pakai bis kota sekarang ojek online.
Armada VOC diterjunkan ke wilayah Nusa Tenggara untuk menghentikan aksi kelompok perompak Makassar yang kian meresahkan. Mereka pulang tanpa hasil memuaskan
Setelah terusir dari tanah airnya, para pelaut Makassar mencari peruntungan di wilayah barat Jawa. Bukannya berbuat baik, mereka malah berkonflik dengan penguasa setempat
Terkenal dengan sikap keras dan tidak suka diperintah, pelaut Makassar melakukan serangkaian perampokan dan perompakan di pesisir Jawa. Berhenti sementara saat diberi tanah oleh Pangeran Mataram.