- 20 Jan 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
PADA 1673, VOC pusat di Batavia mendapat laporan tentang situasi gawat di perairan Nusa Tenggara. Sejumlah besar kapal dagang yang melintas di sana, antara September hingga Desember 1673, dilaporkan tidak pernah sampai ke tempat tujuan. Mereka menghilang dalam perjalanannya mengangkut komoditi dari pesisir Jawa menuju Nusa Tenggara.
Berdasarkan laporan pejabat Belanda di Lombok (Daghregister, Oktober 1673), setidaknya ada 100 sampai 150 buah kapal yang dihancurkan di perairan tersebut. Hanya sedikit sekali kapal bisa merapat kembali ke pesisir Jawa. Kalau pun ada yang selamat, kondisi kapal rusak parah dan para awak kehilangan barang bawaan mereka. Bahkan tidak sedikit kru kapal yang terbunuh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












