top of page

Petualangan Orang Makassar di Kesultanan Banten

Setelah terusir dari tanah airnya, para pelaut Makassar mencari peruntungan di wilayah barat Jawa. Bukannya berbuat baik, mereka malah berkonflik dengan penguasa setempat

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gambaran penduduk Banten memakai perelengkapan senjata. (Wikimedia Commons).

8 Jan 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

PERTENGAHAN Agustus 1671 di Jepara muncul seorang bernama Kassi’-jala. Kehadirannya cukup menggemparkan residen setempat. Hal itu disebabkan dia membawa serta 150 orang bersamanya. Mereka tidak terlihat seperti penduduk Jawa. Perawakannya kekar, warna kulit serta wajahnya terlihat asing untuk disamakan dengan orang-orang sekitarnya. Diketahui mereka adalah kelompok pelaut dari Makassar.


Berdasar catatan harian pejabat VOC di Jepara (Daghregister, 24 Agustus 1671), Kassi’-jala dan kelompoknya datang untuk menemui dua pangeran Makassar, Kraeng Bonto Marannu dan Kraeng Luwu’. Bersama dua peangeran itu, rencananya mereka akan berlayar menuju Banten. Menurut sejarawan H.J. De Graaf, keterangan tersebut menjadi berita pertama kepindahan orang Makassar ke Banten.


Dikisahkan M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, pelayaran orang-orang Makassar itu terjadi setelah Gowa mengalami kekalahan perang pada 1669. Pemerintahan Arung Palakka yang bersifat menindas juga menjadi alasan para pelaut itu rela meninggalkan tanah airnya menuju tempat asing yang belum tentu menerima keberadaan mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page