- 8 Jan 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
PERTENGAHAN Agustus 1671 di Jepara muncul seorang bernama Kassi’-jala. Kehadirannya cukup menggemparkan residen setempat. Hal itu disebabkan dia membawa serta 150 orang bersamanya. Mereka tidak terlihat seperti penduduk Jawa. Perawakannya kekar, warna kulit serta wajahnya terlihat asing untuk disamakan dengan orang-orang sekitarnya. Diketahui mereka adalah kelompok pelaut dari Makassar.
Berdasar catatan harian pejabat VOC di Jepara (Daghregister, 24 Agustus 1671), Kassi’-jala dan kelompoknya datang untuk menemui dua pangeran Makassar, Kraeng Bonto Marannu dan Kraeng Luwu’. Bersama dua peangeran itu, rencananya mereka akan berlayar menuju Banten. Menurut sejarawan H.J. De Graaf, keterangan tersebut menjadi berita pertama kepindahan orang Makassar ke Banten.
Dikisahkan M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, pelayaran orang-orang Makassar itu terjadi setelah Gowa mengalami kekalahan perang pada 1669. Pemerintahan Arung Palakka yang bersifat menindas juga menjadi alasan para pelaut itu rela meninggalkan tanah airnya menuju tempat asing yang belum tentu menerima keberadaan mereka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















