- 7 Jan 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 27 Feb
BELUM juga tengah hari, tapi panas yang menyengat sudah terasa. Sebuah gapura menyambut dengan tulisan “Selamat Datang di Objek Wisata Banten Lama”. Dahulu kala, mungkin sebuah gerbang selamat datang berada di dermaga, menyambut para pendatang dan pedagang yang singgah ke Teluk Banten. Pada masanya, Banten Lama merupakan bandar dagang kelas dunia, salah satu yang terbesar dalam sejarah Nusantara. Namun, pamor itu kemudian lenyap.
Boleh dikata, apa yang menjadi objek wisata di kawasan Banten Lama ini hanyalah puing-puing. Reruntuhan bangunan berstatus cagar budaya berserakan di beberapa titik; tembok-tembok Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, sistem kanal kuno, Benteng Speelwijk, hingga Masjid Pacinan Tinggi yang hanya menyisakan pondasi dan menara. Keberadaannya pun tersembunyi di balik rumah-rumah penduduk atau lapak pedagang kaki lima. Meski begitu, reruntuhan ini menandai keberadaan Kesultanan Banten lima abad silam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












