- Petrik Matanasi
- 16 Sep 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
SETELAH Daeng Mangalle terbunuh di Siam atas tuduhan konspirasi melawan raja Siam, dua anak laki-lakinya yakni Daeng Ruru dan Daeng Tulolo, kemudian jadi tawanan perang. Beberapa pengikut Daeng Mangelle memang sempat menghabisi istri dan anak Daeng dalam pertempuran September 1686 agar tidak menjadi tawanan atau budak, namun Daeng Ruru dan Daeng Tulolo tidak berhasil. Keduanya lantas dikapalkan ke Brest, Prancis pada November 1686 dan tiba di sana pada 15 Agustus 1687.
“Keduanya masih muda, berumur masing-masing 14 dan 12 tahun,” tulis Ahmad Massiara Daeng Rapi dalam Menyingkap Tabir Sejarah Budaya di Sulawesi Selatan.
Keduanya disukai Raja Louis XIV yang berkuasa di Perancis hingga dipersilahkan belajar bahasa Perancis. Bahkan keduanya diperbolehkan memakai nama Louis sehingga Daeng Ruru sebagai Louis Pierre Makassar dan Daeng Tulolo sebagai Louis Dauphin Makassar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












