- 27 Jun 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Mei
ZAMAN Iskandar Muda bertakhta di Aceh, kerajaan itu menjadi kaya. Pajak dan perdagangan lada jadi sumber penghasilannya. Dengan letak strategis di pintu masuk Selat Malaka dari barat dan kekayaan alam melimpah, Aceh yang kuat menjadikan diri sebagai negeri-pelabuhan. Aceh memang terbuka untuk pedagang asing, namun perdagangan tetap dimonopoli oleh raja.
Monopoli lada membuat raja Aceh dan pejabatnya menjadi kaya raya. Lada tentu membuat Aceh punya posisi tawar di utara Selat Malaka. Dengan demikian, raja menjadi orang yang paling ingin didekati pedagang-pedagang asing, termasuk dari Eropa.
Menurut A.B. Lapian dalam Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan ke-17, Pelabuhan Aceh adalah salah yang sulit dijangkau. Namun suatu kali datanglah orang-orang Perancis menghadap Sultan Iskandar Muda. Dia adalah Augustin de Beaulieu (1589-1637), seorang perwira Perancis yang berkedudukan tinggi dalam pelayaran ke Asia. Dia tahu Iskandar Muda suka hadiah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















