- 3 Nov 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Mei
PADA 15 Juni 1526, dua kapal penuh muatan di pelabuhan Honfleur, Normandi, Prancis, tengah bersiap melakukan perjalanan jauh. Seorang penjelajah berkebangsaan Italia, Giovanni de Verrazano, dipercaya Raja Prancis memimpin rombongan tersebut. Dengan bekal catatan pelayaran Ferdinand Magellan pada 1520 yang tersebar di seluruh Eropa, Verrazane membawa puluhan awak kapal menuju kepulauan rempah-rempah di Timur jauh.
Pada pelayaran pertama itu, sang kapten mencoba mengikuti jalur Samudera Pasifik, persis seperti yang dilakukan Magellan. Tetapi jalur yang berat membuatnya terpaksa membalikan kemudi kapal. Ia pun memutuskan mengambil jalur lain, yakni melalui bagian selatan Samudera Atlantik, menuju wilayah paling ujung Afrika, kemudian memasuki Samudera Hindia. Verrazane memanfaatkan gerak Angin Timur dalam pelayaran tersebut.
“Tapi, para awak kapal yang sudah kelelahan dan tidak mendapatkan bayaran dalam perjalanan yang sia-sia itu memutuskan untuk memberontak. Mereka menuntut agar paling tidak satu di antara dua kapal itu tidak melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi,” tulis Bernard Dorleans dalam Orang Indonesia dan Orang Prancis: Dari Abad XVI sampai dengan Abad XX.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















