- Petrik Matanasi
- 17 Sep 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
BERHENTI berperang melawan maskapai dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) bukan pilihan Daeng Mangalle. Pangeran Kerajaan Gowa ini tak sudi terhadap gencatan senjata VOC Belanda dengan Gowa. Maka ia pun meninggalkan Makassar.
Mula-mula dia tiba di ujung barat Jawa. Di Banten, Daeng Mangalle diterima dengan baik oleh sultan Banten. Bahkan, Daeng Mangalle boleh menikahi Angke Sapiah, salah seorang putri sultan. Namun, ketenangan Daeng Mangalle di Banten terusik. Dia yang berusaha menjauhkan diri dari VOC, belakangan tahu VOC juga berada di Banten. Maka dia pun pergi dari Banten.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












