- 24 Feb
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
PEMERINTAH kolonial Hindia Belanda pernah dibikin jengkel oleh seorang wartawan Tionghoa bernama Kho Tjoen Gwan. Ketika Belanda ketar-ketir menghadapi Perang Dunia I, dia meledek kebijakan pemerintah kolonial tentang wajib militer bagi penduduk bumiputra. Kritik itu dituangkan lewat puisi panjang berjudul Boekoe Sair Indie-Weerbaar (Buku Syair Pertahanan Hindia) pada 1916.
Akibat ulahnya tersebut, Khoe Tjoen Gwan dipenjara selama tiga bulan. Namun, penjara tak cukup ampuh untuk membungkamnya. Selain memiliki kesadaran sebagai anak jajahan, boleh jadi dia bernyali besar karena memiliki kemampuan bela diri kungfu.
Kho Tjoen Gwan lahir pada permulaan abad 19, diperkirakan tahun 1900, dari keluarga miskin Tionghoa di Brebes, Jawa Tengah. Pada usia sepuluh tahun, dia merantau ke Batavia. Dia memulai peruntungannya sebagai pesuruh di suratkabar Perniagaan, koran peranakan Tionghoa berbahasa Melayu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















