top of page

Cerita di Balik Nama Kurma

Dalam bahasa asing, nama kurma memiliki cerita panjang yang memberikan gambaran tentang sejarah kemunculan buah manis yang menjadi ikon bulan Ramadan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penjual kurma di Kuwait. (Wikimedia Commons).

23 Feb
2 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

DI BULAN Ramadan, kurma bukan sekadar buah yang dikonsumsi untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi ikon untuk menyambut bulan suci yang penuh berkah. Di luar manfaatnya yang banyak, kurma juga memiliki cerita panjang terkait sejarah budidaya buah manis kaya nutrisi ini. Bahkan, dari namanya pun terselip cerita menarik yang menggambarkan bagaimana buah tersebut membentuk sejarah peradaban dunia.


Berbeda dengan Indonesia yang mengenal buah manis ini dengan sebutan kurma, dalam bahasa Inggris kurma dikenal dengan nama dates. Sejarawan kuliner Nawal Nasrallah mencatat dalam Dates: A Global History, di masa lalu pohon kurma disebut dengan nama dactylifera yang merupakan gabungan dari kata dactylus (kurma) –dalam bahasa Yunani, dactylos– dan fero (menghasilkan).


“Secara harfiah, kata Yunani dactylus berarti ‘jari’, dan nama tersebut diterapkan pada buah kurma yang berbentuk lonjong... Dalam Book of Dreams Artemidorus, seorang pria yang menderita penyakit di perutnya berdoa kepada dewa untuk disembuhkan. Dalam mimpinya, ia melihat dirinya berada di kuil dewa penyembuhan. Dewa itu memegang jari-jari tangan kanan pria itu dan meminta dia untuk memakannya. Begitu pria itu bangun, ia memakan lima kurma, dan sembuh. Artemidorus menjelaskan bahwa pohon kurma disebut jari,” tulis Nasrallah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page