- 23 Feb
- 2 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
DI BULAN Ramadan, kurma bukan sekadar buah yang dikonsumsi untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi ikon untuk menyambut bulan suci yang penuh berkah. Di luar manfaatnya yang banyak, kurma juga memiliki cerita panjang terkait sejarah budidaya buah manis kaya nutrisi ini. Bahkan, dari namanya pun terselip cerita menarik yang menggambarkan bagaimana buah tersebut membentuk sejarah peradaban dunia.
Berbeda dengan Indonesia yang mengenal buah manis ini dengan sebutan kurma, dalam bahasa Inggris kurma dikenal dengan nama dates. Sejarawan kuliner Nawal Nasrallah mencatat dalam Dates: A Global History, di masa lalu pohon kurma disebut dengan nama dactylifera yang merupakan gabungan dari kata dactylus (kurma) –dalam bahasa Yunani, dactylos– dan fero (menghasilkan).
“Secara harfiah, kata Yunani dactylus berarti ‘jari’, dan nama tersebut diterapkan pada buah kurma yang berbentuk lonjong... Dalam Book of Dreams Artemidorus, seorang pria yang menderita penyakit di perutnya berdoa kepada dewa untuk disembuhkan. Dalam mimpinya, ia melihat dirinya berada di kuil dewa penyembuhan. Dewa itu memegang jari-jari tangan kanan pria itu dan meminta dia untuk memakannya. Begitu pria itu bangun, ia memakan lima kurma, dan sembuh. Artemidorus menjelaskan bahwa pohon kurma disebut jari,” tulis Nasrallah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















