top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Serba-serbi Manfaat Kurma

Kurma tidak hanya mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh, tanaman ini juga bermanfaat karena tidak ada bagiannya yang terbuang sia-sia.

25 Feb 2026

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi kurma di Maroko. (Wikimedia Commons).

  • 25 Feb
  • 4 menit membaca

BUAH kurma umumnya dikonsumsi masyarakat muslim selama Ramadan untuk berbuka puasa karena dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Buah manis kaya nutrisi ini disebut sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia. Sebab, kurma tidak hanya mengandung gula, tetapi juga memiliki kandungan lain seperti mineral, vitamin, antioksidan, hingga serat yang baik bagi pencernaan. Keragaman varietas, spesies, dan jenis buah kurma, baik lembut, setengah kering, maupun kering, memberikan konsumen banyak pilihan untuk mengonsumsinya.


K.M. Farag mencatat dalam “Date Palm: A Wealth of Healthy Food”, termuat di Encyclopedia of Food and Health, kurma telah menjadi makanan pokok di banyak wilayah di dunia, terutama di zona kering dunia lama dan menjadi bagian dari konsumsi makanan sepanjang tahun. Bahkan, di dunia baru dan Eropa, buah kurma menarik perhatian masyarakat dan ahli gizi karena kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi. Dilaporkan bahwa satu pon kurma atau sekitar 453 gram buah manis itu dapat memberikan tubuh manusia 5,33 kl energi fisiologis.


Sebuah studi perbandingan dilakukan untuk menunjukkan kandungan buah kurma dengan empat jenis makanan, yaitu susu sapi, daging, madu, dan jus jeruk. Hasilnya, kandungan protein dalam kurma sangat dekat dengan susu sapi, tetapi lebih tinggi daripada protein dalam madu atau jus jeruk segar. Sementara itu, buah kurma unggul dibandingkan keempat jenis makanan lain dalam kandungan kalium. Kalsium dalam kurma juga tiga kali lebih tinggi daripada kalsium dalam daging sapi, dan lima belas kali lebih tinggi daripada kalsium dalam madu. Sedangkan jika dibandingkan dengan susu sapi, kurma memiliki sekitar setengah kandungan kalsium.



“Selain itu, kandungan fosfor dalam 100 gram kurma mengandung sekitar dua pertiga dari yang terdapat dalam susu sapi, tetapi tiga kali lebih tinggi daripada yang terdapat dalam madu. Zat besi jauh lebih tinggi dalam buah kurma dibandingkan dengan susu sapi, madu, atau jus jeruk.... Bahkan karoten dalam kurma jauh lebih besar daripada yang terdapat dalam susu sapi atau jus jeruk. Karoten ini merupakan antioksidan penting untuk melindungi tubuh dari kanker,” jelas Farag.


Berbagai manfaat yang terkandung di dalamnya membuat kurma menjadi komoditas buah utama di sejumlah wilayah dari masa ke masa. Pohon kurma (Phoenix dactylifera L.) yang semula tumbuh liar akhirnya dibudidayakan. Menariknya, bukan hanya bagian buah kurma yang dimanfaatkan, menurut R. Al-Yahyai dan A. Manickavasagan dalam “An Overview of Date Palm Production”, termuat di Dates: Production, Processing, Food, and Medicinal Values, di samping memainkan peran penting dalam status gizi masyarakat, produk sampingan dari pohon kurma juga digunakan dalam konstruksi bangunan, pakan ternak, serta dalam beberapa barang seperti keranjang dan tali. Bahkan, tak sedikit pula yang menanam pohon kurma sebagai tanaman hias.


Selain di kebun, pohon kurma secara tradisional juga ditanam di dekat rumah, di mana tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai penyaring udara. Daun-daun yang dekat dengan lubang ventilasi udara akan membersihkan udara dari debu sebelum masuk ke dalam rumah. Bila menilik pada manfaat pohon kurma, batang pohonnya dapat digunakan untuk membuat jembatan sederhana, dermaga, dan rakit. Tak jarang batang-batang pohon itu dipotong menjadi dua bagian dan bagian dalamnya dikosongkan sehingga dapat berfungsi sebagai pipa terbuka untuk irigasi lahan.


“Ada pula yang menggunakan batang pohon kurma untuk pintu, atap, tangga, dan pagar. Sebuah tradisi menyebutkan bahwa masjid pertama Nabi di Madinah, yang dibangun sekitar tahun 630, dibangun hampir seluruhnya dari batang pohon kurma, serta atap dan karpet salat terbuat dari daunnya... Pada zaman dahulu, batang pohon kurma juga berfungsi sebagai alat hukuman mati. Dalam ayat Al-Qur’an tentang Musa 20:71, misalnya, Firaun mengancam para penyihirnya yang percaya pada pesan Musa, dengan mengatakan bahwa dia akan mengikat mereka (kata kerja Arab salaba) ke batang pohon kurma setelah memotong tangan dan kaki mereka,” tulis sejarawan kuliner Nawal Nasrallah dalam Dates: A Global History.



Bukan hanya batang, daun-daun dari pohon kurma juga digunakan sebagai hiasan untuk perayaan nasional dan keagamaan. Untuk tujuan yang lebih praktis, daun-daun ini digunakan untuk membuat atap pelindung, tikar, tirai, dan keranjang. Sapu dibuat dengan memotong daun-daun kecil dan mengikatnya bersama-sama. Seluruh daun digunakan untuk membersihkan dinding dan langit-langit serta menghilangkan jaring laba-laba. Kipas tangan kecil dianyam dari daun-daun kecil pohon kurma, dan sangat menyegarkan saat disiram air di musim panas.


Ketika dedaunan telah dipisahkan dari helai daunnya, tulang daun yang tersisa digunakan untuk membuat furnitur sederhana, kotak, atau kandang. Dasar daun yang besar dan lebar digunakan sebagai bahan bakar, dan dahulu kerap digunakan sebagai material untuk menulis. Sementara itu, serat dari selubung daun tua, yang mengeliling pangkal daun, biasanya dimanfaatkan untuk membuat tali, karpet, hingga perlengkapan kapal dan jaring untuk pelaut. Karena rasanya tawar, serat ini juga digunakan untuk menutupi sayuran yang diawetkan dalam toples agar tetap terendam dalam cairan, dan dimasukkan ke dalam teko kopi Arab besar untuk menyaring kopi saat dituang. Duri panjangnya pun umum digunakan sebagai jarum serta paku.


Menariknya, teknologi modern telah menemukan cara baru untuk memanfaatkan pohon ini. Daun yang diolah bersama cangkang kacang tanah dan tongkol jagung digunakan untuk membuat papan isolasi, dan pangkal daun ditemukan sebagai sumber pulp selulosa yang baik, yang digunakan untuk membuat tongkat jalan, sapu, pelampung pancing, dan bahan bakar.


Bahkan, biji kurma yang biasanya dibuang juga memiliki manfaat. Beberapa orang mengolahnya menjadi kopi palsu dengan cara memanggang dan menggiling biji kurma. Selain itu, biji kurma yang digiling halus biasanya juga dicampur dengan tepung untuk membuat roti saat krisis pangan melanda. Ada pula yang merendam biji kurma dalam air hingga lunak kemudian diberikan kepada hewan ternak. Biji kurma yang dikeringkan dan digiling halus ditambahkan ke pakan ayam. Tak hanya itu, biji kurma juga dapat dijadikan arang yang baik dan di masa lalu biji kurma diikat menjadi kalung dan digunakan sebagai alat hitung dalam permainan anak-anak.


“Pohon kurma yang telah ditanam sejak 2400 SM dipuji dan dihargai, seperti yang terlihat dari gambar dan patung peradaban kuno Sumeria, Asiria, Babilonia, dan Mesir, serta kemudian oleh Yunani dan Romawi yang mendiami wilayah Mediterania... Pohon kurma merupakan sumber makanan utama, dan produk turunannya dapat dimanfaatkan dalam berbagai barang, mulai dari konstruksi hingga pakaian,” tulis Al-Yahyai dan Manickavasagan.*



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page