- 25 Feb
- 4 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
BUAH kurma umumnya dikonsumsi masyarakat muslim selama Ramadan untuk berbuka puasa karena dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Buah manis kaya nutrisi ini disebut sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia. Sebab, kurma tidak hanya mengandung gula, tetapi juga memiliki kandungan lain seperti mineral, vitamin, antioksidan, hingga serat yang baik bagi pencernaan. Keragaman varietas, spesies, dan jenis buah kurma, baik lembut, setengah kering, maupun kering, memberikan konsumen banyak pilihan untuk mengonsumsinya.
K.M. Farag mencatat dalam “Date Palm: A Wealth of Healthy Food”, termuat di Encyclopedia of Food and Health, kurma telah menjadi makanan pokok di banyak wilayah di dunia, terutama di zona kering dunia lama dan menjadi bagian dari konsumsi makanan sepanjang tahun. Bahkan, di dunia baru dan Eropa, buah kurma menarik perhatian masyarakat dan ahli gizi karena kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi. Dilaporkan bahwa satu pon kurma atau sekitar 453 gram buah manis itu dapat memberikan tubuh manusia 5,33 kl energi fisiologis.
Sebuah studi perbandingan dilakukan untuk menunjukkan kandungan buah kurma dengan empat jenis makanan, yaitu susu sapi, daging, madu, dan jus jeruk. Hasilnya, kandungan protein dalam kurma sangat dekat dengan susu sapi, tetapi lebih tinggi daripada protein dalam madu atau jus jeruk segar. Sementara itu, buah kurma unggul dibandingkan keempat jenis makanan lain dalam kandungan kalium. Kalsium dalam kurma juga tiga kali lebih tinggi daripada kalsium dalam daging sapi, dan lima belas kali lebih tinggi daripada kalsium dalam madu. Sedangkan jika dibandingkan dengan susu sapi, kurma memiliki sekitar setengah kandungan kalsium.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















