- 13 Mar 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 16 Mar
DI BULAN puasa Ramadhan, Asida masih jadi salah satu panganan paling favorit untuk berbuka di Maluku. Di Masjid Raya Bula, Seram Timur, asida menempati posisi teratas jajanan paling laris untuk takjil.
“Rata-rata yang paling laku itu Asida dan Lontar yang paling banyak, biasa sampai seng (tidak) ada sisa, kalau ada juga itu paling sedikit,” ujar Masita, penjual takjil, dikutip ambon.tribunnews.com, 11 Maret 2025.
Hidangan ringan khas Maluku yang mirip dengan dodol itu dengan demikian tidak kehilangan penggemar kendati telah eksis sejak berabad-abad silam. Asida merupakan salah satu produk budaya yang tersisa dari era perniagaan rempah yang melibatkan berbagai bangsa dan telah mencapai Maluku sejak abad ke-16. Dalam kasus asida, tak bisa dilepaskan dari relasi niaga penduduk Maluku dengan bangsa Arab.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












