top of page

Legiun Asing Persebaya

Sejak 1995 Persebaya sudah bertabur legiun asing. Buku ini menghimpun serpihan sepak terjangnya agar tak lekang dimakan zaman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jacksen Ferreira Tiago. (persebaya.id).

  • 24 Okt 2018
  • 3 menit membaca

ALKISAH di suatu petang pada 1996. Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya tribunnya dipenuhi Bonek, menyaksikan laga bertajuk “Derby Surabaya” Persebaya vs Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS).


Sialnya, getir dirasakan Bonek. Persebaya kalah 1-4 dari ASGS yang kala itu dibesut Rusdy Bahalwan. Persebaya yang diperkuat tiga pemain asing pertama mereka tak mampu berbuat banyak. Padahal, salah satunya, Plamen Iliev Kazakov, memberi asa dengan membuka skor lebih dulu. Namun, ASGS akhirnya membalas empat gol lewat Putut Wijanarko (2 gol), Ali Sunan, dan Gunung Ginting.


Kazakov yang berpaspor Bulgaria jadi satu di antara tiga pemain asing pertama Persebaya sejak 1995. Dia direkrut lewat perantara ISA (International Sports Agency) besutan Angel Ionita. ISA juga mendatangkan pelatih asing pertama Persebaya di momen yang sama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
bg-gray.jpg
Dari mimpi didatangi roh raja Klungklung hingga “janjian” dengan Bung Hatta enggan dimakamkan di TMP Kalibata. The untold story Ahmad Subardjo.
Nasionalisme tak bisa lagi hanya bekerja sebagai slogan. Pandemi menuntut bangsa Indonesia memaknai ulang nasionalisme agar tetap relevan dengan zaman.
Nasionalisme tak bisa lagi hanya bekerja sebagai slogan. Pandemi menuntut bangsa Indonesia memaknai ulang nasionalisme agar tetap relevan dengan zaman.
Masa pandemi tak membuat upaya repatriasi berhenti. Keris keramat milik Pangeran Diponegoro itu akhirnya kembali di periode yang sulit.
Masa pandemi tak membuat upaya repatriasi berhenti. Keris keramat milik Pangeran Diponegoro itu akhirnya kembali di periode yang sulit.
Kisah seorang mantan pasien rumah sakit jiwa di Amerika Serikat memicu gerakan meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental.
Kisah seorang mantan pasien rumah sakit jiwa di Amerika Serikat memicu gerakan meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
transparant.png
bottom of page