- 2 jam yang lalu
- 5 menit membaca
SUDAH aktif di dunia peran sejak 1950-an namun baru bersinar dua dekade kemudian, nama Robert Duvall melejit lewat film-film yang jadi magnum opus sineas legendaris Francis Ford Coppola seperti The Godfather (1972) dan Apocalypse Now (1979). sang aktor baru saja berpulang di usia 95 tahun.
Hingga berita ini dimuat, tak disebutkan penyebab kematian aktor kawakan kelahiran San Diego, California, Amerika Serikat (AS) pada 5 Januari 1931 itu. Istri keempatnya, Luciana Pedraza, mengumumkan Duvall wafat di kediamannya di Middleburg, Virginia, pada Minggu (15/2/2026).
Coppola tentu jadi salah satu yang paling berduka. Melalui akun Instragram-nya, @francisfordcoppola, Coppola Senin (16/2/2026) lalu mengunggah sebuah foto dirinya dan Duvall dalam latar behind the scene film The Godfather dengan caption ucapan duka cita mendalam.
“Sungguh sebuah pukulan setelah mengetahui kabar kehilangan Robert Duvall. Sungguh seorang aktor hebat dan bagian esensial dari (perusahaan film) American Zoetrope sejak awal: The Rain People, The Conversation, The Godfather, The Godfather Part II, Apocalypse Now, THX 1138, Assassination Tango,” tulis Coppola.
Al Pacino, lawan main mendiang Duvall di The Godfather, pun turut terpukul. “Kata orang ia terlahir untuk jadi aktor, pengertiannya dan bakatnya yang fenomenal akan selalu dikenang. Saya akan merindukannya,” ujar Al Pacino, dikutip BBC, Selasa (17/2/2026).
Duvall sudah meniti karier di dunia akting sejak belajar teater di The Neighborhood Playhouse School of Theatre di New York pada 1955. Banyak kawan seangkatannya yang kemudian juga jadi aktor kawakan: Janes Caan, Gene Hackman, hingga Dustin Hoffman.
Sedari awal belajar akting pada 1955 hingga 2022, Duvall sudah membintangi lebih dari 80 judul film dan puluhan serial televisi. Dekade 1970-an sampai 1990-an jadi masa jayanya. Tujuh kali ia mendapat nominasi Academy Awards alias Piala Oscar, meski baru memenangkannya di kategori aktor terbaik di film Tender Mercies (1983).
Di ajang penghargaan Golden Globe, Duvall tiga kali menang. Di antaranya aktor pendukung terbaik pada 1980 untuk film Apocalypse Now, aktor terbaik di film Tender Mercies pada 1984, serta aktor terbaik di serial televisi Lonesome Dove pada 1990 dan Stalin pada 1993. Tak ketinggalan anugerah Emmy Awards yang ia menangkan sebagai aktor utama terbaik pada 2007 untuk serial Broken Trail.

Aroma Napalm
Dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan topi stetson khas kavaleri AS, Letkol Bill Kilgore (diperankan Robert Duvall) berdiri dari parit di pesisir sungai di Vietnam tanpa rasa takut akan tembakan musuh. Melalui radio, ia membentak pilot pesawat untuk segera menjatuhkan bom bakar napalm. Tak lama kemudian, bom-bom napalm berjatuhan ke posisi-posisi musuh. Sang letkol pun tersenyum puas.
“Kau cium itu? Apakah kau mencium itu? Napalm, nak. Tidak ada di dunia ini yang aromanya seperti itu. Saya suka aroma napalm di pagi hari. Kau tahu, sekali waktu kita membom sebuah bukit selama 12 jam. Sesudahnya aku naik ke sana. Kita tak menemukan satupun musuh, tidak satupun jasadnya. Aromanya, kau tahu aroma bensin, (tercium) di segenap bukit. Aromanya seperti...kemenangan. Suatu hari perang ini akan berakhir,” kata sang letkol pada seorang anak buahnya.
Monolog Duvall itu tersua dalam sebuah adegan di film berlatar belakang Perang Vietnam, Apocalypse Now. Film tersebut dianggap magnum opus sutradara Francis Ford Coppola, selain trilogi The Godfather (1972-1990). Hingga kini jadi salah satu monolog yang paling dikenang. Menurut BBC, 2 Januari 2004, lewat polling yang diambil dari para pecinta film oleh perusahaan film dan rental video Inggris Blockbuster, monolog itu mendapat suara terbanyak sebagai monolog terbaik dalam sejarah sinema. Mengalahkan monolog aktor Jack Nicholson di film A Few Good Men (1992), Marlon Brando di film On the Waterfront (1954), dan Mel Gibson di film Braveheart (1995).
Duvall sendiri sudah digandeng Coppola sejak bekerjasama di film The Rain People (1969). Meski kemudian namanya melejit di film The Godfather (1972) dan The Godfather Part II (1974) dengan memerankan Tom Hagen, seorang consigliere atau penasihat bos mafia dari keluarga Corleone. Lewat kedekatan itulah Duvall mendapatkan peran Letkol Bill Kilgore di film Apocalypse Now yang juga disutradarai Coppola.
“Apocalypse Now, transposisi brilian dari Coppola terhadap Heart of Darkness karya (novelis Joseph) Conrad di Perang Vietnam. Adegan-adegan Duvall dilakukan pada awal proses produksi, jauh sebelum terjadi banyak masalah. (Karakter) Kolonel Kilgore yang diperankan Duvall adalah seorang militer dengan etika yang menjelma bagaikan prajurit yang gila perang. Ia mengenakan topi kavaleri khas Western abad ke-19 dan selalu membentak saat memberi perintah,” tulis Dan Lalande dalam Heroes of the Hollywood: Hoffman, Hackman, Nicholson, Pacino, Duvall, and De Niro in the ‘70s.
Setidaknya pengalamannya di militer turut membantu. Duvall tercatat pernah mengabdi jadi prajurit Angkatan Darat AS kurun 1953-1955.
“Ketika saya bertugas di Angkatan Darat, saya ingat bagaimana para perwira pasukan khusus berdiri, berlutut, atau berbicara, dan barurusan satu sama lain. Saya ingat gambaran-gambaran dari saat saya di Fort Bragg, North Carolina, jadi itu turut memengaruhi saya dalam berperan dan mengucapkan monolog itu, ‘napalm di pagi hari, aromanya seperti kemenangan’,” kenang Duvall dikutip WTOP, 18 Oktober 2016.
Tak hanya mengandalkan pengalamannya, Duvall juga meriset sendiri karakternya untuk pendalaman peran. Risetnya mencakup mempelajari banyak perwira kondang macam Jenderal George Patton, Jenderal James F. Hollingsworth, hingga Jenderal Hank “Gunfighter” Emerson. Juga menengok museum di Fort Hood, Texas, untuk melengkapi atribut yang cocok untuk karakter Letkol Kilgore.
“Mulanya kostum karakter itu berlebihan. Mereka (kru) memberi kostum mirip koboi dengan sepatu boot. Saya bilang, ‘tidak, tidak, biarkan saya melakukan pekerjaan rumahnya’. (Kavaleri Udara) seragamnya memang masih mengenakan topi kavaleri (Stetson), menyandang pedang, seperti kavaleri di abad sebelumnya tapi kemudian bertransformasi (dari berkuda) ke helikopter dan tank-tank di abad berikutnya. Coppola membolehkan saya meriset sendiri dan itulah hasilnya yang berbeda dari naskah aslinya,” tambahnya.
Terlepas dari kesuksesan filmnya, Duvall mengaku kesal pada Coppola. Pasalnya ada satu adegan, di mana sebenarnya Letkol Kilgore sempat menyelamatkan seorang bayi Vietnam ketika pasukannya melakukan serangan di tepi sungai. Akan tetapi adegan itu dipotong dan tak ditayangkan oleh Coppola.
“Sampai sekarang saya tak pernah tahu kenapa dia potong adegannya. Saya mulai (adegan) enam bulan lebih dulu dari produksinya yang memakan waktu hingga 3 tahun sampai dirilis. Saat ditayangkan, ada (adegan) seseorang yang menyelamatkan seorang bayi yang mungkin ayahnya ia bunuh, lalu ia kirim bayi itu dengan helikopter kepada ibunya. Padahal mulanya ini juga idenya Coppola untuk membuat kontradiksi yang menarik pada karakter saya. Bagi saya aneh untuk dipotong adegannya,” kenang Duvall ketika diwawancara Bob Costas dalam program televisi “Later with Bob Costas” medio April 1991.

Sedangkan bersama sutradara lain, Ronald F. Maxwell, Duvall “dipromosikan” jadi jenderal. Ia diplot memerankan karakter kondang Jenderal Robert E. Lee di prekuel film drama perang bertema Perang Saudara Amerika, Gods and Generals (2003). Pada film sebelumnya, Gettysburg (1993), karakter Jenderal Robert E. Lee diperankan sahabatnya, Martin Sheen.
“Orang bilang saya masih kerabat Robert E. Lee, namun saya selalu katakan dengan lelucon, ‘begitu juga semua orang di Virginia’. (Perang Saudara Amerika) itu masa-masa sulit, keluarga ayah saya sendiri pendukung pro-Serikat selama Perang Saudara dan kakek saya namanya Abraham Lincoln Duvall. Mereka keluarga pro-Serikat di garis selatan,” katanya.
Di sisi lain, film Hustle dan The Pale Blue Eye yang rilis pada 2022, jadi dua film terakhir yang dibintangi Duvall. Di film drama komedi Hustle, Duvall beradu akting dengan Adam Sandler. Sedangkan di film misteri gothic The Pale Blue Elue Eye, ia masih jadi lawan main Christian Bale.
Selamat Jalan, Robert Selden Duvall!*













Komentar