- 24 Jan 2021
- 6 menit membaca
Diperbarui: 25 Mar
NAMA Francis Ford Coppola diakui sebagai satu dari sedikit senias legendaris yang sejajar dengan Martin Scorsese, Steven Spielberg, James Cameron, Roman Polański, Spike Lee, ataupun Quentin Tarantino. Bukti sahihnya adalah raihan enam Piala Oscar (Academy Awards) dan enam Golden Globe. Tiga di antaranya ia menangkan di kategori sutradara terbaik lewat film-film epiknya, trilogi The Godfather (1972, 1974, 1990) dan Apocalypse Now (1979).
Dalam rentang waktu hampir enam dekade, Coppola terlibat dalam 30 film epik, 26 di antaranya sebagai sutradara. Film merupakan hal familiar baginya. Sejak kecil ia tumbuh di lingkungan keluarga yang berkecimpung di dunia seni, baik seni peran maupun musik.
Kala berbincang dalam program “Living Live” yang ditayangkan Mola TV, Jumat (22/1/2021) malam dengan dipandu sineas Rayya Makarim dan eks-Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, Coppola berkisah bagaimana keluarganya yang imigran Italia sampai pada generasi kelima tetap dekat dengan industri film.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















