top of page

Lima Walikota Jadi Gubernur dan Presiden

Bukan hanya Jokowi, lima tokoh dunia ini juga pernah jadi walikota dan gubernur sebelum menjabat presiden. Siapa saja mereka?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sebelum menjabat presiden, Joko Widodo mendaki karier jabatan eksekutif dari walikota dan gubernur (setkab.go.id)

9 Okt 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Jun

DALAM Rakernas Korpri di Jakarta pada Selasa (3/10/2023), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal rekam jejak dirinya sebagai satu-satunya presiden yang berangkat dari walikota. Hal itu ia utarakan ketika membahas soal prioritas penggunaan anggaran.


“Saya mengalami karena pernah jadi walikota (Solo) dua kali, pernah jadi gubernur (DKI Jakarta), pernah jadi presiden dua kali. Enggak ada di Indonesia seperti itu. Dari bawah, walikota, dua kali; gubernur; presiden, dua kali. Jadi saya mengalami betul, mengerti betul situasi di lapangan seperti apa,” kata Presiden Jokowi.


Sejak Republik Indonesia berdiri, memang tidak ada presiden yang punya latar belakang menduduki jabatan eksekutif dari bawah selengkap Presiden Jokowi. Tapi di dunia internasional, rekam jejak demikian bukan hanya milik Jokowi. Berikut lima di antaranya:

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Tingginya angka kematian akibat Flu Spanyol membuat permintaan kain kafan dan peti mati sangat tinggi. Situasi itu menjadi permainan para pedagang nakal.
Tingginya angka kematian akibat Flu Spanyol membuat permintaan kain kafan dan peti mati sangat tinggi. Situasi itu menjadi permainan para pedagang nakal.
transparant.png
bottom of page