top of page

Pesona Braga Tak Pernah Usai

Walau sudah berusia dua abad, Braga tetap menjadi pesona di kota Bandung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana di kawasan wisata Braga, Bandung, Jawa Barat. (Fernando Randy/Historia).

  • 26 Apr 2020
  • 2 menit membaca

Jika berkunjung ke Bandung, tentu saja tak akan melewatkan untuk jalan-jalan di sepanjang Braga. Di sana berjajar bangunan berarsitektur Eropa yang masing-masing memiliki kisah masa lalu. Sudah lama Braga menjadi destinasi wisata. Setiap hari, ada saja pelancong berlalu-lalang. Apalagi jika hari libur, pejalan kaki di Braga menyemut. Entah sekadar cuci mata atau melampiaskan hasrat berbelanja.


Pengunjung menikmati Braga di kota Bandung. (Fernando Randy/Historia).
Pengunjung menikmati Braga di kota Bandung. (Fernando Randy/Historia).
Seorang anak kecil saat bermain di depan toko zaman dulu di Braga.  (Fernando Randy/Historia).
Seorang anak kecil saat bermain di depan toko zaman dulu di Braga.  (Fernando Randy/Historia).
Para pengunjung di antara lukisan kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Para pengunjung di antara lukisan kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).

Namun siapa sangka jika dahulu kawasan Braga adalah salah satu kawasan yang dihindari oleh masyarakat. Awal abad ke-19, Jalan Braga berjuluk Jalan Culik karena hanya jalan kecil dengan permukiman penduduk yang sunyi. Seiring berjalannya waktu kawasan tersebut mulai bersolek.


Para usahawan yang rata-rata berkebangsaan Belanda mulai membangun toko, bar, tempat hiburan dengan konsep Eropa. Braga makin moncer dengan adanya gedung Societeit Concordia. Di gedung inilah sosialita dan kaum elite kota Bandung berkumpul. Mereka rajin menggelar berbagai pertunjukan kesenian seperti musik dan tari. "Pesta yang pernah usai" di Concordia ini turut merangsang beberapa pertokoan di Jalan Braga menyediakan keperluan pesta.


Salah satu bangunan lama di kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Salah satu bangunan lama di kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Braga yang berusia dua abad tetap menjadi pesona bagi wisatawan. (Fernando Randy/Historia).
Braga yang berusia dua abad tetap menjadi pesona bagi wisatawan. (Fernando Randy/Historia).
Seorang wisatawan berfoto di kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Seorang wisatawan berfoto di kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).

Braga yang sudah berusia dua abad seperti tak kehilangan pesonanya. Arsitektur khas Eropa tetap dipertahankan. Pertokoan yang menjual pernak-pernik antik, lukisan hingga wayang masih bisa ditemui. Toko roti Sumber Hidangan sejak 1929 juga masih melayani pembeli. Bahkan penjual jamu gendong juga masih sesekali ditemukan. Kini bisa dibilang Braga makin "modis" dengan hadirnya berbagai kedai-kedai kopi kekinian.


Ramdan Kosasih salah satu penjual wayang di Braga. (Fernando Randy/Historia).
Ramdan Kosasih salah satu penjual wayang di Braga. (Fernando Randy/Historia).
Toko roti dari jaman Belanda, Sumber Hidangan. (Fernando Randy/Historia).
Toko roti dari jaman Belanda, Sumber Hidangan. (Fernando Randy/Historia).
Salah satu toko yang menjual pernak-pernik dari zaman dulu. (Fernando Randy/Historia).
Salah satu toko yang menjual pernak-pernik dari zaman dulu. (Fernando Randy/Historia).
Salah satu toko di kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Salah satu toko di kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Pedagang jamu tradisional turut menambah kesan zaman dulu di Braga. (Fernando Randy/Historia).
Pedagang jamu tradisional turut menambah kesan zaman dulu di Braga. (Fernando Randy/Historia).
Kehidupan di sekitar kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Kehidupan di sekitar kawasan Braga. (Fernando Randy/Historia).
Seorang anak memakai jersey Persib Bandung, klub sepakbola dengan pendukung terbanyak di Jawa Barat. (Fernando Randy/Historia).
Seorang anak memakai jersey Persib Bandung, klub sepakbola dengan pendukung terbanyak di Jawa Barat. (Fernando Randy/Historia).
Seorang kasir di toko roti Sumber Hidangan di Braga. (Fernando Randy/Historia).
Seorang kasir di toko roti Sumber Hidangan di Braga. (Fernando Randy/Historia).

Di malam hari, Braga tak pernah sunyi karena banyak bermunculan tempat hiburan malam. Itulah Braga dengan segala daya pikatnya. Ia menjadi tujuan orang melepas penat sekaligus menjadi tumpuan banyak orang untuk bertahan hidup.


Centre Point salah satu bangunan bersejarah di Braga. (Fernando Randy/Historia).
Centre Point salah satu bangunan bersejarah di Braga. (Fernando Randy/Historia).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
Lukisan ini terinspirasi dari puisi berdasarkan kisah nyata. Tentang kesetiaan seekor anjing menjaga jasad tuannya, seorang pelukis muda, selama tiga bulan.
Lukisan ini terinspirasi dari puisi berdasarkan kisah nyata. Tentang kesetiaan seekor anjing menjaga jasad tuannya, seorang pelukis muda, selama tiga bulan.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Polisi berkunjung ke sekolah untuk mengimbau pelajar agar tidak tawuran. Yang dapat mengakhiri tawuran pelajar itu sendiri.
Polisi berkunjung ke sekolah untuk mengimbau pelajar agar tidak tawuran. Yang dapat mengakhiri tawuran pelajar itu sendiri.
Georgia jadi debutan di Piala Eropa 2024 dan berpotensi jadi tim kejutan. Seperti apa gerangan mulanya sepakbola di Tanah Kartvelia itu?
Georgia jadi debutan di Piala Eropa 2024 dan berpotensi jadi tim kejutan. Seperti apa gerangan mulanya sepakbola di Tanah Kartvelia itu?
Siapakah siluman yang disebut dalam sidang perselisihan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi?
Siapakah siluman yang disebut dalam sidang perselisihan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi?
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
transparant.png
bottom of page