top of page

Main Mata Iran dan Amerika dalam Iran/Contra

Skandal Iran/Contra, dalihnya untuk membebaskan sandera. Diam-diam, Amerika jual senjata ke Iran untuk dukung gerilyawan Contra menggulingkan rezim kiri Nikaragua.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ronald Reagan, Presiden Amerika Serikat. (Wikimedia).

29 Mei 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Mar

HUBUNGAN Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas sejak beberapa waktu belakangan. Berbagai media memberitakan kedua negara saat ini bahkan telah di ambang perang. Lewat akun twitter pribadinya, @realDonaldTrump, Presiden AS Donald Trump memberi komentar pada 20 Mei 2019. “Jika Iran ingin berperang, akan ada akhir resmi bagi Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat,” ujarnya, dikutip cnnindonesia.com.


Komentar Trump kontan menuai respons tak kalah “garang” dari Teheran. Jenderal Morteza Qorbani, penasehat komando militer Iran, mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal perang AS yang dikirim ke Timur Tengah. “Jika mereka tetap berkomitmen melakukan kebodohan itu, kami akanmembuat kapal-kapal itu tenggelam ke dasar laut bersama kru dan pesawat mereka menggunakan dua rudal atau dua senjata rahasia kami,” ujarnya, dilansir cnnindonesia.com, 27 Mei 2019.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page