top of page

Makin Mudah Menggali Pengetahuan Cadas Prasejarah

Indonesia menyimpan banyak temuan cadas prasejarah dan tertua di dunia. Pendokumentasian secara digital mempermudah akses pengetahuan terhadap situs-situs purbakala tersebut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Enam hewan termasuk babi kutil yang digambarkan di langit-langit gua Leang Karampuang, Sulawesi Selatan. Sumber: BRIN.

3 Jun 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Mei

GUA-gua di sebelah selatan Sulawesi banyak menyimpan temuan cadas atau lukisan gua yang merekam kehidupan manusia prasejarah. Salah satunya, gua kapur Leang Karampuang di Kawasan Maros-Pangkep.


Pada langit-langit gua ditemukan lukisan tiga sosok mirip manusia yang sedang berinteraksi dengan babi hutan. Cadas tersebut diperkirakan berasal lebih dari 51.200 tahun lalu dan disebut-sebut yang tertua di dunia.


Cadas di gua kapur Leang Karampuang itu hanya salah satu dari sekian banyak temuan cadas di Indonesia. Meski demikian, tak mudah untuk menjangkaunya. Untuk mencapai gua kapur Leang Karampuang harus menempuh waktu berjam-jam dengan berjalan kaki. Belum lagi medan yang terjal ketika memasuki gua.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page