top of page

Seni Cadas Tertua di Dunia Rusak Akibat Perubahan Iklim

Gambar cadas tertua di dunia yang ada di Sulawesi Selatan terancam rusak oleh perubahan iklim yang ekstrem.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gambar cadas yang mengelupas. (Basran Burhan/Griffith University).

  • 19 Mei 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 13 Mei

PERUBAHAN iklim yang cepat merusak gambar cadas di Situs Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Salah satu gambar di dinding gua situs itu berupa penggambaran figuratif babi kutil Sulawesi (Sus celebensis) merupakan gambar cadas tertua di dunia sejauh ini. 


Penelitian yang dipimpin Griffith University mengungkapkan bahwa beberapa gambar cadas (rock art) tertua di dunia itu mulai memudar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di Nature pada Kamis (13/05/2021), tim gabungan arkeolog Indonesia dan Australia mengungkapkan adanya bukti kristalisasi garam pada panel gambar cadas di 11 situs gua kapur Maros-Pangkep.


“Saya terkejut dengan betapa meratanya kristal garam dan sifat kimianya yang merusak pada panel seni cadas, beberapa di antaranya kami tahu berusia lebih dari 40.000 tahun,” kata Jillian Huntley, pemimpin riset dari Griffith Centre for Social and Cultural Research yang mengkhususkan diri dalam konservasi seni cadas, sebagaimana dalam rilis media di laman Scimex.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
transparant.png
bottom of page