Diperbarui: 22 Okt
KUIL-kuil di Khajuraho, suatu desa di India bagian Madhya Pradesh, tersohor dengan pahatan-pahatan patungnya yang bermuatan eksotis. Begitu pula relief di candi Hindu dari abad ke-10, Muktesvara Deula di Orissa, India. Indonesia juga punya: Candi Sukuh di Jawa Tengah, juga dari masa Hindu.
Seni pahat ini punya alasan tertentu. Filosofinya, alamiah dan lazim bagi seseorang untuk menjalani kehidupan penuh kama atau gairah cinta. Tapi dia akan jadi objek yang terkekang bila tak dapat mengendalikan nafsu-nafsunya. Mengutip apa yang diutarakan Vatsyayana dalam Kamasutra: "Dapat dilihat bahwa mereka yang terlalu menyerahkan diri pada kehidupan seksual yang berlebih-lebih, sesungguhnya mereka memusnahkan diri mereka sendiri."
"Itulah makna arsitektur dari kuil di Khajuraho, perlambang yang menunjukkan seni eksotis hanya terletak di bagian luar dari kuil, tempat pahatan-pahatan ini jauh dari kuil dalam dan patung-patung dewata suci Hindu," kata L.G. Saraswati Dewi, dosen filsafat Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Agama Hindu dalam kuliah umum "Erotika dari Timur: Kamasutra" di Komunitas Salihara, Jakarta, 3 Maret 2012.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















