top of page

Busung Lapar di Tanah Subur

Banyumas salah satu daerah lumbung padi bagi Jawa Tengah. Musibah banjir dan penyakit malaria sebabkan kelaparan di wilayah tersebut. Masalah ini menjadi perhatian anggota DPR.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pemeriksaan masyarakat oleh dokter Tionghoa untuk mengatasi masalah hongeroedeem (busung lapar) di Kabupaten Banyumas pada 1933. (ANRI, Kementerian Penerangan Jawa Tengah No. 5603-1272).

  • 24 Mar
  • 7 menit membaca

HINGGA pertengahan dekade 1950-an, wilayah Banyumas Selatan dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi yang menopang kebutuhan pangan bagi berbagai daerah di Jawa Tengah. Namun ironisnya, terdapat laporan yang menyebutkan ratusan orang kurang makan di Karesidenan Banyumas. Angka kematian bahkan lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran.


Beberapa surat kabar nasional pun memberitakan problema tersebut. Indonesia Raya edisi 14 Maret 1957 memberitakan, 600 orang di Karesidenan Banyumas kekurangan pangan. Dari angka tersebut terdapat 460 orang yang dirawat, sedangkan jumlah rumah sakit darurat di karesidenan hanya ada 19 buah. Harian Antara tanggal 10 Juli 1957 dan PIA Semarang tanggal 16 Juli 1957 pun memperingatkan mengenai bahaya kelaparan yang mengancam daerah Jawa Tengah, utamanya Karesidenan Banyumas.


Hal tersebut menarik perhatian anggota DPR dari Fraksi Partai Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Muslich. Setelah membaca laporan Antara dan PIA Semarang, Muslich mempertanyakan permasalahan tersebut. Sebagai anggota DPR, Muslich memiliki hak interpelasi kepada pemerintah sesuai Pasal 69 Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS 1950).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page