- 10 Jul 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 15 Apr
PADA 12 Juli 1964, Presiden Sukarno mengadakan jamuan makan dengan mengundang para menteri dan anggota Dewan Pertimbangan Agung di Istana Bogor. Semua makanan yang disajikan berbahan jagung. “Tidak sebutir beras pun disajikan. Itu momen canang revolusi makanan rakyat Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Satrio yang hadir dalam jamuan tersebut.
Sejak awal 1950-an, melalui sejumlah program, pemerintah berupaya menggenjot produksi padi tapi gagal. Bencana kelaparan pun mengintip. Peter Arnett, wartawan Associated Press, melaporkan adanya kasus kelaparan di Indramayu pada April 1962 yang tak dilaporkan pemerintah setempat karena takut disalahkan atas administrasi yang buruk.
Dalam konferensi pers pada Desember 1963, Sukarno membantah laporan soal kelaparan. Dia pun mengusir dan mencekal Arnett masuk ke Indonesia. Namun, kabar soal kelaparan di sejumlah daerah terus muncul.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















