top of page

Jejak Eropa dalam Kuliner Nusantara

Bangsa Eropa membawa berbagai tumbuhan, makanan, dan cara memasak. Diadopsi dan dimodifikasi sehingga menjadi makanan orang Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan suasana dapur orang Belanda (1644) karya David Teniers de Jonge (1610-1690). (mauritshuis.nl/Wikimedia Commons).

9 Mei 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Jun 2025

SELEPAS Malaka jatuh ke tangan Belanda, orang-orang Cristang (sebutan untuk penduduk Malaka yang masuk Kristen) didera kesulitan ekonomi. Untuk menghemat makanan, mereka memikirkan teknik memasak sayuran dan daging agar bisa tahan lama. Untuk mengolah daging, mereka menggoreng sambil mengaduknya hingga bertekstur hitam dan mengeras dalam kuali tertutup rapat dengan sedikit air.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page