- 4 Jul 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Apr
DALAM suatu pembicaraan dengan Menteri Pertanian Brigjen Azis Saleh pada 1960, Presiden Sukarno meminta agar Lembaga Teknologi Makanan menyusun buku resep masakan yang lengkap dari seluruh Indonesia. Tujuannya agar rakyat Indonesia di daerah manapun punya petunjuk mengolah bahan-bahan makanan di daerah mereka menjadi makanan yang lezat.
Bukan Sukarno namanya kalau hanya tinggal diam. Dia memimpin langsung pertemuan dengan pamong desa seluruh Indonesia yang diundang ke istana dan diberi tugas mencatat kekayaan masakan di daerah masing-masing. Upaya tersebut tersendat.
“Pengumpulan kekayaan masakan baru berhasil setelah mengerahkan mahasiswa Akademi Gizi Nasional dan mengundang aneka macam profesi yang berkaitan dengan makanan dan dunia dapur,” ujar sejarawan JJ Rizal kepada Historia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















