top of page

Menteri Urusan Makanan

Sukarno pernah berkata, persediaan makanan adalah soal hidup dan mati suatu bangsa. Di awal merdeka, Indonesia pernah memiliki menteri yang khusus menangani persediaan makanan rakyat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ignatius Joseph Kasimo dan Presiden Sukarno. (Wikimedia Commons).

12 Mei 2025
11 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

SALAH satu masalah utama negara-negara yang baru merdeka dan masih dilanda perang adalah ketersediaan bahan makanan. Karena itu, saat ditunjuk untuk menyusun kabinet, Wakil Presiden Mohammad Hatta memasukkan nomenklatur Kementerian Persediaan Makanan Rakyat (PMR) yang dipimpin oleh Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page