top of page

Penjaga Alexandria yang Menolak Tunduk pada Napoleon

Setelah Jawa dalam genggaman, Napoleon merebut Alexandria di Mesir. Gubernurnya yang menolak tunduk dihadapkan ke regu tembak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Jenderal Jenderal Jean-Baptiste Kléber (di atas kuda) memimpin serangan pasukan Prancis ke Alexandria (Katholieke Illustratie 1869-1870)

23 Mar
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Apr

SITUASI geopolitik di Eropa pada pengujung abad ke-18 turut berpengaruh ke Afrika Utara, bahkan Nusantara. Revolusi di Prancis yang berujung pada lahirnya Republik Prancis Pertama (1792), dimanfaatkan perwira militer jenius dan berdarah dingin Napoleon Bonaparte untuk memperluas ekspansi secara tidak langsung ke Jawa dan “menyenggol” wilayah Kekhalifahan Turki Utsmani di Mesir.


Bergolaknya Eropa sejurus Napoleon melancarkan Perang Revolusi Prancis (1792-1802), berimbas ke Hindia Timur (kini Indonesia). Masa itu bertepatan dengan kondisi Kongsi Dagang Hindia Timur VOC berada di pengujung kebangkrutan akibat kekalahan Republik Belanda dari Inggris dalam Perang Inggris-Belanda Keempat (1780-1784).


“Kerapuhan VOC sudah tampak nyata ketika terjadi Perang Inggris-Belanda Keempat. Upaya membendung Inggris dengan inisiatif-inisiatif baru dalam hal pertahanan VOC tak bisa diwujudkan akibat guncangan geopolitik seiring Revolusi Prancis 1798,” tulis Gerrit Knapp dalam Genesis and Nemesis of the First Dutch Colonial Empire in Asia and South Africa, 1596-1811.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page