- 26 Feb
- 4 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
KOTA-KOTA yang terbakar hingga jutaan nyawa manusia penduduknya melayang lazim jadi buntut invasi bangsa Mongol. Kendati di masa jayanya bangsa Mongol sampai punya wilayah kekuasaan dari pesisir Pasifik di timur hingga dekat gerbang kota Wina di barat, terdapat pula kisah serangan-serangan Mongol yang kandas. Salah satunya di Palestina.
Jauh sebelum Raden Wijaya sang pendiri Majapahit membantai pasukan Mongol di Jawa (1293) dan para samurai Jepang mengusir invasi Mongol (1274-1281) serta dicegahnya invasi Mongol ke India oleh Kesultanan Delhi (1221-1327), bangsa Mongol lebih dulu merasakan getir kekalahan dari Kesultanan Mamluk (1260). Kekalahan Mongol di tanah Palestina itu disebut-sebut sebagai kekalahan menentukan dan permanen pertama Mongol karena sekaligus membendung invasi Mongol menuju kawasan Afrika Utara dan Eropa melalui Mediterania.
Pasukan Mongol kocar-kacir setelah meladeni perlawanan alot Kesultanan Mamluk yang dipimpin Sultan Sayf ad-Din Qutuz dan jenderalnya, Baybars al-Bunduqdari, di Pertempuran Ain Jalut pada 3 September 1260. Ketika itu masih di bulan puasa, tepatnya tanggal 26 Ramadan 658 Hijriah. Beberapa sumber lain menyebut pertempurannya terjadi pada 6 September 1260/25 Ramadan Hijriah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















