top of page

Kala Napoléon Dianggap Putra Nabi

Mengusung isu agama ketika melancarkan Ekspedisi Mesir, Napoléon sukses mengambil hati kaum Arab muslim. Mengambil nama Ali-Bonaparte.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Deskripsi ekpedisi Jenderal Napoléon Bonaparte ke Mesir karya Jean-Léon Gérôme (Hermitage Museum/Princeton University Art Museum)

  • 19 Jul 2022
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

LUKISAN cakrawala yang didominasi terik mentari perlahan membiru berhias gradasi jingga saat Brigjen Jean-Pierre Doguereau bersama detasemen artilerinya tiba di desa sekitar Rahmanieh (kini El Rahmaniya), Mesir, 19 Juli 1798. Ia bersyukur perjalanan pasukannya tak menemui gangguan kala berangkat dari Wardan di pagi buta. Sebaliknya, penduduk desa justru berbaik hati dengan berbagi makanan dengan pasukannya yang kelelahan plus perlengkapan dan pakaian yang sama sekali tak ramah cuaca ekstrem Mesir yang panasnya menyengat.


“Kami berangkat bersama (pasukan infantri) Demi-Brigade ke-13 pada 19 Juli sebelum fajar dan melewati beberapa desa yang cocok untuk istirahat. Kami beristirahat di bawah pohon saat mengetahui Jenderal Bonaparte tidak jauh dari posisi kami dan diharapkan bisa bertemu dengannya malam ini juga setelah menikmati telur dan persediaan lain dari para penduduk,” tulis Brigjen Doguereau dalam catatannya, Journal de l’Expédition d’Égypte (Guns in the Desert: General Jean-Pierre Doguereau’s Journal of Napoleon’s Egyptian Expedition).


Jenderal Napoléon Bonaparte malam itu memang sudah mengaso di kampnya di Rahmanieh. Meski begitu, isi kepala sang panglima tertinggi militer Republik Prancis terbagi antara dua hal. Pertama, kabar tentang perselingkuhan istrinya, Joséphine, dengan Hippolyte Charles di Paris. Kedua, kabar pendaratan pasukan Kesultanan Utsmaniyah di Aboukir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.
Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
transparant.png
bottom of page