- 2 Jul 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Mar
KRI Dewaruci mampu memacu lajunya hingga 9-10 knot sehingga berhasil tiba di perairan Malaka sehari lebih awal dari jadwal. Namun meski tiba pada 29 Juni 2024 dinihari, Dewaruci tak bisa langsung merapat. Baru pada 30 Juni 2024 pagi kapal antik di bawah komando Angkatan Laut Indonesia itu merapat di Fort Tanjung Bruas dengan sambutan hangat. Setelahnya, para peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) yang dibawa Dewaruci bergerak menuju bekas pusat dari Melaka atau Malaka.
Kerajaan Malaka cukup penting di jalur rempah. Wilayah Malaka kini menjadi bagian dari Kerajaan Federasi Malaysia. Letak daratannya berada di Semenanjung Malaya, tepat berada sisi timur di Selat Malaka. Kapal-kapal dagang dari berbagai negeri melewati wilayahnya.
Malaka menarik banyak pedagang. Tome Pires dalam Suma Oriental mencatat, komoditas dagang utama yang diangkut dari Malaka antara lain: cengkeh, bunga pala, biji pala, kayu cendana, mutiara, kemenyan, dan tanaman obat lignaloes. Selain rempah-rempah dari timur, barang yang masuk ke Malaka juga terdapat timah, emas, kain sutra dan lain-lain. Perdagangan membuat Malaka ramai oleh pedagang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












