top of page

Portugis Menangis di Selat Malaka

Kapalnya, yang konon berisi emas, hilang di Selat Malaka. Raja pun kurang setoran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Replika kapal Portugis Flor de la Mar. Kapal yang mengangkuti barang jarahan Kesultanan Malaka itu konon tenggelam di perairan Pedir. (Petrik Matanasi/Historia)

3 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Sep

SEPANJANG tanggal 26 dan 27 Juni 2024, KRI Dewaruci menyusuri Selat Malaka dari utara. Sudah sejak lama kapal-kapal dagang dari bermacam negara melewati selat kaya ini. Ada banyak kapal penuh muatan berhaga tenggelam di dalam kawasan selat ini. Malaka adalah pasar rempah penting dunia karena bermacam rempai dijual di sana.


Dalam sejarah pelayaran dunia mencari rempah-rempah ke Timur, Portugis dan Spanyol dianggap sebagai pelopornya. Inggris dan Belanda kemudian mengikuti dan banyak menguasainya. Afonso de Albuquerque dan Vasco da Gama adalah dua pemuka pelayaran Portugis ke Asia yang cukup sering disebut dalam sejarah kedatangan Portugis ke Asia.


Afonso de Albuquerque((1453-1515) berperan penting dalam upaya pembentukan koloni Portugis di Asia. Dia memimpin upaya perebutan Goa di India lalu pada 1511 di Malaka, Semenanjung Malaya. Dirinya menjadi wakil raja Portugis di Asia. Portugis berkuasa di Malaka dari 1511 hingga 1642. Namun Albuquerque tidak lama di Malaka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page