top of page

Mata-mata Jepang dalam Kekalahan Belanda

Jepang mengalahkan Belanda dengan mudah. Ada peran mata-mata yang telah tinggal lama di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Belanda menyerah kepada tentara Jepang. (forum.axishistory.com).

  • 1 Agu 2021
  • 3 menit membaca

ORANG-orang Jepang telah tinggal di Surabaya sejak zaman kolonial Belanda. Di antara mereka banyak yang membuka toko, misalnya toko Chioda yang bersebelahan dengan toko besar milik orang Inggris, Whiteway. Namun, mereka tiba-tiba meninggalkan tokonya. Mencurigakan.


Ternyata, pemerintah Jepang telah memberi tahu warganya bahwa perang dengan Belanda tidak terhindarkan. Mereka pun pulang secara bertahap dengan kapal-kapal Jepang yang rutin berlayar ke Hindia Belanda.


“Toko Jepang terbengkalai atau dibeli pedagang Tionghoa. Ada sebagian diklaim pemerintah militer Jepang. Tetapi, banyak sumber menyebutkan terbengkalai,” kata Meta Sekar Puji Astuti, Ketua Departemen Sastra Jepang Universitas Hasanuddin Makassar, kepada Historia beberapa waktu lalu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page