top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Toko Jepang Menerjang

Orang-orang Jepang datang ke Indonesia untuk berdagang. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan para pekerja seks komersial. Setelah cukup modal, mereka mendirikan toko sendiri dan membangun jaringan.

7 Feb 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Toko Jepang Nipponkang di Jalan Raya Pos, Bandung tahun 1930-an. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

TSUTSUMIBAYASHI Kazue telah berganti-ganti pekerjaan. Dari guru tidak tetap sampai sipir penjara. Perkenalannya dengan Kakushun, seorang pedagang Taiwan yang memiliki cabang di luar negeri, mendorongnya menjadi pedagang. Pada 1902, ia mandiri dengan membuka toko kelontong di Taipei.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page