- 13 Jun 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Apr
WIDODO Atmosutirto bukanlah tentara reguler di tahun 1965. Pria yang pernah ikut Tentara Pelajar sewaktu revolusi kemerdekaan itu merupakan pegawai negeri di Departemen Luar Negeri. Kampanye Dwikora yang –menentang pembentukan Federasi Malaysia sokongan Inggris– dilancarkan Presiden Sukarnolah yang membuat Widodo diberi pelatihan militer.
Widodo termasuk peserta latihan yang dilatih oleh Pasukan Gerak Tjepat (PGT, kini Kopasgat). Pasukan ini bermarkas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
“Pelatihnya adalah Mayor Soejono, seorang Sukarnois yang pada Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) divonis mati oleh pengadilan militer Orde Baru,” aku Widodo Atmosutirto dalam Jejak Kaki di Pasir.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















