top of page

Melacak Maestro Lukis Indonesia

Basoeki Abdullah, maestro seni lukis Indonesia sadar media. Prestasi hingga kontroversi menghiasi berbagai media baik dalam maupun luar negeri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Basoeki Abdullah (kiri), S. Sudjojono (tengah), Affandi (kanan) melukis bersama di Pondok Putri Duyung, Ancol pada 1985. Foto: repro katalog pameran Lacak.

7 Nov 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 27 Jan

MUSEUM Basoeki Abdullah menggelar pameran dokumentasi sang maestro dari 7 November hingga 22 November 2017. Sejumlah arsip yang dipamerkan antara lain surat pribadi, surat tagihan, undangan/katalog pameran, laporan kekaryaan lukisan, informasi pribadi, pesan tertulis pelukis, catatan harian, fotografi, sampul majalah, kartu pos, poster, materi iklan produk, buku-buku dan kliping berita surat kabar.


Menurut Mikke Susanto, kurator pameran, dibutuhkan tenaga, waktu yang memakan waktu beberapa tahun, dan kesabaran tinggi dalam melacak dokumentasi Basoeki Abdullah. Hal terindah dari proses pelacakan justru karena kepopulerannya. Selama hidupnya Basoeki Abdullah kerap menjadi berita media massa. Dari sejumlah mitra kerja pameran ini terkumpul lebih dari 200 judul kliping media massa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page